Swasembada Energi Jadi Fondasi Utama Transformasi Bangsa Indonesia

oleh -10 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA — Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menegaskan swasembada energi sebagai pilar utama transformasi bangsa menuju kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Agenda tersebut diposisikan sejajar dengan swasembada pangan sebagai syarat mutlak kemerdekaan ekonomi, dengan penguatan produksi energi domestik untuk mengurangi ketergantungan impor dan mendorong pemerataan kesejahteraan.

banner 336x280

“Swasembada pangan dan energi adalah fondasi utama dari strategi transformasi bangsa yang saya tawarkan dan saya jalankan sekarang. Kita punya kelebihan-kelebihan luar biasa,” kata Kepala Negara.

“Kalau kita mau merdeka, kalau kita mau sejahtera, kita harus jamin produksi pangan dan energi sehingga bisa dinikmati oleh seluruh rakyat kita,” ujar Presiden.

Arah kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam strategi konkret melalui optimalisasi sumber daya nasional, peningkatan lifting minyak dan gas bumi, serta percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan.

Pemerintah juga memperkuat kebijakan biodiesel B40 dan menyiapkan kewajiban bioetanol 10 persen pada 2028 sebagai instrumen pengurangan impor bahan bakar fosil dan penguatan ketahanan energi.

Ketua Harian Dewan Energi Nasional sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kebijakan energi nasional kini berpijak pada empat pilar utama.

“Salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, dan pada akhirnya swasembada energi,” ujarnya.

“Salah satu instrumen negara untuk mewujudkan itu adalah melalui arah kebijakan dan roadmap yang dibangun bersama Dewan Energi Nasional,” ucap Bahlil.

Ia menjelaskan pemerintah mendorong transisi energi melalui biofuel, tenaga surya, serta penguatan infrastruktur penyimpanan energi nasional.

Dari sisi tata kelola, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai peran Dewan Energi Nasional krusial dalam mempercepat koordinasi lintas sektor.

“Harapannya dengan kehadiran Dewan Energi Nasional, semakin bisa mempercepat proses persiapan untuk kita mengejar beberapa program-program prioritas menuju swasembada energi,” kata Prasetyo.

Sejumlah ekonom dan pelaku usaha menilai swasembada energi mampu memberi efek berganda bagi perekonomian nasional,

Beberapa efek berganda tersebut, yakni mulai dari memperkuat ketahanan terhadap gejolak global, membuka lapangan kerja, hingga mendorong hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dengan dukungan lintas pemangku kepentingan, pemerintah optimistis agenda tersebut menjadi fondasi transformasi bangsa ke depan. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.