Sumpah Pemuda ke-98, Pemerintah Optimalkan Pendidikan dan Pemberdayaan Pemuda

oleh -2 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Dalam memperingati Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, pemerintah terus mengoptimalkan pendidikan dan pemberdayaan pemuda melalui pengembangan perguruan tinggi, penyiapan kebijakan perluasan akses kuliah, serta penguatan organisasi kepemudaan. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan kemandirian, dan memperluas peran generasi muda dalam pembangunan nasional.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai investasi menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing. Semangat Sumpah Pemuda diharapkan terwujud melalui karya nyata, inovasi, serta partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat.

banner 336x280

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan akademis, integritas, dan semangat kebangsaan.

“Pemerintah terus mendorong pengembangan Universitas Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan siap mengambil peran dalam pembangunan serta kepemimpinan nasional,” jelasnya.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperluas kesempatan pendidikan, termasuk melalui rencana penyiapan pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa pemerintah mengkaji berbagai komponen pembiayaan untuk memastikan kebijakan dapat dirancang secara matang dan berkelanjutan.

Di tingkat masyarakat, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya penguatan Karang Taruna sebagai wadah pemberdayaan pemuda dan mitra pemerintah dalam pembangunan desa dan kelurahan. Melalui organisasi kepemudaan, generasi muda dapat mengembangkan kewirausahaan, menggerakkan ekonomi kreatif, dan memperkuat kepedulian sosial.

Dengan kreativitas, energi, dan gagasannya, pemuda memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan Indonesia. Dukungan pendidikan dan pemberdayaan perlu membuka ruang agar potensi tersebut berkembang menjadi kontribusi yang dirasakan masyarakat.

Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda juga perlu mewaspadai provokasi dan penyebaran berita bohong yang dapat merusak persatuan. Literasi digital dan kebiasaan memeriksa fakta menjadi langkah penting untuk menjaga ruang publik tetap sehat.

Kewaspadaan harus berjalan seiring penghormatan terhadap kebebasan berpendapat. Kritik berbasis fakta dan dialog konstruktif merupakan bagian dari partisipasi demokratis yang dapat membantu penyempurnaan kebijakan.

Melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, semangat Sumpah Pemuda diharapkan menjadi kekuatan untuk memperluas kesempatan, memperkuat persatuan, dan menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. *

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.