Stimulus Ekonomi I-2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Triwulan Pertama

oleh -13 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa sejumlah program prioritas, termasuk belanja pemerintah dan bantuan sosial, diperkirakan memberi dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi.

banner 336x280

Ia menjelaskan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis pada kuartal pertama diperkirakan mencapai Rp60 triliun.

“Dan ini tentu juga akan mendorong stimulasi perekonomian,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah memberikan berbagai insentif transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat. Insentif tersebut meliputi diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan hingga 100 persen, serta potongan tiket pesawat sebesar 17–18 persen.

“Kemudian terkait dengan pesawat yang 17–18 persen, yang tahun lalu sekitar 11 persen. Kemudian diskon tarif tol. Estimasi anggarannya secara keseluruhan adalah Rp911,16 miliar di mana APBNnya Rp639,86 miliar dan non-APBN Rp271,5 miliar,” jelas Airlangga.

Di sektor perlindungan sosial, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

“Terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk 35,04 juta keluarga penerima manfaat atau desil 1–4 dengan anggaran Rp11,92 triliun. Nah ini pemda dan instansi terkait diharapkan untuk bisa menjaga kelancaran logistik,” kata Airlangga.

Kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) juga diberlakukan pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 guna mengurangi kepadatan perjalanan dan menjaga produktivitas.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menargetkan pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2026 berada pada kisaran 5,5 hingga 6 persen. Pemerintah memastikan belanja negara sebesar Rp809 triliun di awal tahun terserap optimal untuk menjaga momentum ekonomi.

“Jadi kita keluarkan semua belanjanya mungkin di triwulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan,” ujarnya.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menambahkan bahwa baseline pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama diperkirakan sebesar 5,5 persen dan dapat meningkat berkat stimulus dan percepatan belanja pemerintah.

“Artinya dari baseline 5,5% ke 5,6% berarti tambahan pertumbuhan 0,1%,” jelasnya.

Ia juga menegaskan percepatan belanja dan bantuan sosial akan terus dilakukan.

“Stimulus dan bansos tetap dilakukan, semua. Kan ada beberapa program perlinsos ya, yang bisa kami lakukan di kuartal I, ya kami lakukan segera,” kata Juda.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.