Oleh: Dimas Arya Nugraha
Pemerintah terus memantapkan persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 guna memastikan layanan pendidikan dapat berjalan optimal sejak hari pertama. Berbagai aspek, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, tenaga pendidik, peserta didik, hingga tata kelola sekolah berasrama dipastikan terpenuhi agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata bagi masyarakat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran penting dalam memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana. Menurutnya, setiap kepala sekolah harus menyusun perencanaan secara menyeluruh yang disertai pengendalian, monitoring, dan evaluasi sehingga seluruh proses dapat dikawal dengan baik. Langkah tersebut dinilai penting mengingat tahun ajaran baru menjadi masa transisi dari Sekolah Rakyat rintisan menuju Sekolah Rakyat permanen yang membutuhkan kesiapan lebih matang.
Saifullah Yusuf menjelaskan terdapat tiga aspek utama yang harus dipastikan siap sebelum kegiatan belajar dimulai, yakni kesiapan sarana dan prasarana, kesiapan peserta didik, serta kesiapan guru dan tenaga kependidikan. Seluruh kepala sekolah diminta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar seluruh kebutuhan tersebut dapat dipenuhi tepat waktu. Tidak hanya memastikan gedung sekolah siap digunakan, fasilitas pendukung seperti air bersih, listrik, perlengkapan belajar, serta kebutuhan dasar lainnya juga harus tersedia sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dimulai.
Selain fasilitas, status seluruh peserta didik harus telah ditetapkan melalui keputusan pemerintah daerah. Guru dan tenaga kependidikan juga diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah agar dapat mendampingi siswa dalam proses adaptasi. Bagi Sekolah Rakyat permanen yang belum diawali dengan sekolah rintisan, pemerintah daerah akan menyiapkan tenaga pengajar sementara sehingga kegiatan belajar tetap berjalan sesuai jadwal.
Pemerintah menetapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah berlangsung pada 14 hingga 31 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan masa matrikulasi mulai 3 Agustus hingga 30 September 2026 sebelum pembelajaran reguler dimulai. Saifullah Yusuf menilai tahapan tersebut sangat penting untuk mempersiapkan peserta didik secara fisik, mental, sosial, spiritual, dan akademik. Masa adaptasi ini juga diharapkan mampu menyelaraskan kemampuan siswa dengan kurikulum Sekolah Rakyat sehingga proses belajar dapat berlangsung lebih efektif.
Pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar. Saifullah Yusuf menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan seksual maupun kekerasan fisik di lingkungan Sekolah Rakyat akan langsung diberhentikan tanpa toleransi. Ketegasan ini menjadi komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi seluruh peserta didik.
Selain itu, Saifullah Yusuf menekankan bahwa terdapat tiga hal yang tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat, yakni perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi dan radikalisme. Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari keberhasilan membangun karakter, empati sosial, dan kepedulian antarsesama. Karena itu, penguatan pembelajaran harus berjalan beriringan dengan pembentukan nilai-nilai kemanusiaan agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berintegritas.
Dalam mendukung penyelenggaraan sekolah berasrama, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Taruna Nusantara untuk memperkuat sistem pengelolaan asrama. Tata kelola yang profesional disertai prosedur penanganan pengaduan yang jelas dinilai penting agar seluruh persoalan dapat ditangani sesuai aturan tanpa mengandalkan improvisasi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang disiplin, aman, dan nyaman bagi seluruh siswa.
Saifullah Yusuf juga menegaskan bahwa seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia harus memiliki standar kualitas yang sama. Tidak boleh ada perbedaan mutu pelayanan maupun kualitas pendidikan antarsekolah sehingga seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara. Keseragaman standar tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan nasional.
Selain menjaga mutu layanan, integritas dalam pengelolaan program juga menjadi perhatian utama. Saifullah Yusuf mengingatkan seluruh kepala sekolah agar menjaga transparansi penggunaan anggaran serta aset negara. Pengelolaan yang bersih diyakini menjadi syarat penting agar tujuan mulia program Sekolah Rakyat dapat tercapai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan pembangunan gedung Sekolah Rakyat Tahap II terus menunjukkan perkembangan positif dan ditargetkan dapat difungsikan pada Juli 2026. Secara nasional, progres pembangunan telah mendekati 81 persen. Meski sempat menghadapi kenaikan harga material bangunan dan bahan bakar akibat dinamika geopolitik global, Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat penyelesaian pembangunan agar seluruh fasilitas siap digunakan pada tahun ajaran baru.
Kesiapan Sekolah Rakyat juga melengkapi berbagai capaian pemerintah selama setahun terakhir dalam memperkuat pelayanan publik. Pemerintah berhasil memperluas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, memperkuat perlindungan sosial, mempercepat pembangunan infrastruktur, menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global, serta terus meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat. Berbagai langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pemerataan kesempatan memperoleh layanan pendidikan berkualitas.
Dengan dukungan infrastruktur yang semakin siap, tenaga pendidik yang dipersiapkan secara matang, serta sistem pengelolaan yang mengedepankan integritas dan perlindungan peserta didik, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi fondasi penting pemerataan pendidikan di Indonesia. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar program ini berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa.
*) Analis Pendidikan dan Pembangunan SDM














