Presiden Prabowo Dorong Swasembada Pangan Menyeluruh

oleh -18 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya mendorong swasembada pangan secara menyeluruh setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu kurang dari satu tahun pada periode pertama pemerintahannya.

Dalam acara Indonesia Economy Outlook 2026 di Jakarta, Presiden menyampaikan optimisme terhadap ketahanan pangan nasional yang kian menguat, ditandai dengan capaian cadangan beras nasional tertinggi sepanjang sejarah.

banner 336x280

“Kita akan buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita riil, nyata, dan akan di atas sasaran yang kita tetapkan. Kita juga buktikan bahwa kita sekarang sudah swasembada beras. Kita menuju swasembada pangan,” ujar Presiden Prabowo.

Cadangan beras nasional yang tersimpan di gudang Perum Bulog saat ini mencapai 4,2 juta ton.

“Sekarang, cadangan beras di Bulog per Juli 2025 adalah 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah bangsa kita, dan sampai sekarang cadangan yang ada masih sangat tinggi,” sambung Presiden.

Keberhasilan ini menjadi fondasi pemerintah untuk memperluas program swasembada ke komoditas strategis lain, termasuk jagung dan sumber karbohidrat alternatif, serta menargetkan swasembada protein melalui penguatan sektor perikanan dan pembangunan desa nelayan.
Presiden menegaskan bahwa pada tahun 2026, pembangunan desa nelayan ditargetkan mencapai 1.000 desa.

“Desa nelayan tahun 2026 akan mencapai 1.000 desa. Tiap desa terdiri dari ratusan hingga ribuan nelayan, yang selama Republik Indonesia berdiri belum pernah disentuh pemerintah. Nelayan kita belum pernah mendapat perhatian, mereka kadang tidak memiliki es, bahkan pabrik es di desa mereka belum tersedia,” kata Presiden.

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Indonesia tetap solid. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV tercatat sebesar 5,11 persen (yoy), tertinggi kedua di G20 setelah India.

Airlangga menyoroti peran strategis sektor pertanian yang tumbuh 5,03 persen, menjadi penopang utama ketahanan pangan dan stabilitas harga.

“Sektor pertanian tumbuh tinggi, ditopang produksi yang kuat dan berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Menanggapi capaian tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa swasembada beras merupakan hasil kebijakan konsisten dan keberpihakan nyata kepada petani.

“Langkah kami ada dua: deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern. Tujuannya meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani, sekaligus memastikan pangan tersedia dan terjangkau bagi rakyat,” kata Mentan Amran.

Kementerian Pertanian akan terus memperkuat modernisasi, perbaikan tata kelola, dan kolaborasi lintas sektor agar capaian swasembada beras berkelanjutan dan menjadi pintu masuk menuju swasembada pangan secara menyeluruh.

Dengan fondasi produksi yang kuat, cadangan pangan aman, serta dukungan kebijakan nasional, pemerintah optimistis sektor pertanian akan terus menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus pilar ketahanan nasional di masa mendatang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.