Peringatan Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Perangi Radikalisme Digital

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta — Peringatan Hari Lahir Pancasila dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat semangat persatuan nasional sekaligus mendukung langkah pemerintah dalam memerangi penyebaran radikalisme digital. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, pemerintah terus memperkuat upaya menjaga ruang digital agar tetap sehat, aman, dan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan pemerintah berkomitmen memperkuat implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat, termasuk di ruang digital yang kini menjadi bagian penting aktivitas publik. Menurutnya, penguatan ideologi Pancasila menjadi benteng utama menghadapi penyebaran paham intoleransi, ujaran kebencian, dan propaganda radikal di media sosial.

banner 336x280

“Pancasila harus menjadi pedoman masyarakat dalam bermedia digital. Pemerintah terus hadir memastikan ruang digital Indonesia tetap sehat, damai, dan memperkuat persatuan bangsa,” ujar Yudian.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah juga terus mendorong penguatan literasi digital melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat lebih kritis dalam memilah informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh konten negatif yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Generasi muda harus menjadi pelopor penyebaran konten positif yang mencerminkan nilai gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air,” katanya.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa pemerintah terus meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran konten radikalisme dan ekstremisme di platform digital. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus melindungi masyarakat dari pengaruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

“Pemerintah tidak tinggal diam menghadapi ancaman radikalisme digital. Penguatan pengawasan, literasi digital, dan kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dan produktif,” ujar Meutya Hafid.

Meutya menambahkan bahwa pemerintah juga memperkuat sinergi dengan platform media sosial, komunitas digital, akademisi, hingga organisasi masyarakat guna memperluas edukasi literasi digital di berbagai daerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan nasional di era transformasi teknologi.

“Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan bangsa tidak hanya dilakukan di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital yang kini menjadi bagian kehidupan masyarakat,” tegasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.