Pemerintah Tegaskan Jaga Harga BBM Subsidi di Tengah Konflik Global

oleh -2 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah memastikan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap terjaga di tengah meningkatnya konflik geopolitik global yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga minyak internasional terjadi akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang membuat harga minyak sempat menembus level US$100 per barel.

Data pasar energi menunjukkan harga minyak Brent sempat melonjak hingga US$111,04 per barel sebelum berada di level US$107,93 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga naik hingga menyentuh US$111,24 per barel sebelum berada di kisaran US$107,40 per barel. Situasi ini mendorong pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif agar gejolak harga energi global tidak berdampak langsung pada masyarakat.

banner 336x280

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah akan tetap menjaga harga BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Menurutnya, pemerintah berkomitmen memastikan stabilitas energi nasional tetap terjaga meskipun terjadi tekanan dari pasar global.

“Kami memastikan bahwa hingga menjelang hari raya, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dijaga agar tidak mengalami kenaikan. Pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat meskipun harga minyak mentah dunia sedang meningkat,” ujar Bahlil Lahadalia.

Selain menjaga stabilitas harga, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia memastikan stok BBM nasional masih mencukupi dan distribusi energi tetap berjalan dengan baik.

“Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan kegiatan industri tetap berjalan. Impor energi juga tidak mengalami kendala sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Dukungan terhadap langkah pemerintah juga disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi. Ia menilai kebijakan menahan harga BBM subsidi di tengah konflik global merupakan langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat serta mencegah lonjakan inflasi.

“Dalam situasi global yang penuh tekanan, keputusan menahan harga BBM dapat memberikan ruang bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Tekanan inflasi dapat ditekan karena biaya logistik tidak langsung meningkat,” ujar Syafruddin Karimi.

Sementara itu, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita menyampaikan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk mempertahankan kebijakan tersebut dalam jangka pendek. Namun, menurutnya kebijakan tersebut tetap memerlukan pengelolaan yang cermat agar keberlanjutan fiskal tetap terjaga.

“Secara fiskal pemerintah masih memiliki ruang untuk menahan harga BBM sementara waktu, terutama untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat. Namun kebijakan ini perlu diimbangi dengan pengelolaan anggaran yang hati-hati,” kata Ronny.

Dengan langkah tersebut, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga energi nasional sekaligus melindungi masyarakat dari dampak konflik global. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik di tengah dinamika global.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.