Pemerintah Pastikan Rupiah Terkendali di Tengah Gejolak Global

oleh -6 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA — Nilai tukar rupiah masih menunjukkan stabilitas di tengah dinamika pasar keuangan global yang dipicu ketegangan geopolitik dan penguatan dolar Amerika Serikat.

Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) memastikan berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mempertahankan kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomian nasional.

banner 336x280

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan intervensi di pasar guna meredam volatilitas rupiah.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyatakan bahwa otoritas moneter akan tetap hadir secara aktif untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika global yang semakin kompleks, termasuk dampak ketegangan konflik di Timur Tengah.

“Intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi NDF di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” ujar Destry.

Ia menjelaskan bahwa pergerakan rupiah saat ini masih sejalan dengan tren mata uang negara lain di kawasan. Secara month to date (mtd), rupiah tercatat melemah sekitar 0,51 persen, namun kinerjanya dinilai relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang regional lainnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berada dalam batas yang wajar di tengah penguatan dolar AS di pasar global.

Ketahanan ekonomi Indonesia juga ditopang oleh posisi cadangan devisa yang kuat. Hingga akhir Januari 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat mencapai 154,6 miliar dolar AS.

Selain itu, arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik sepanjang 2026 juga tercatat mencapai Rp25,7 triliun, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa perekonomian nasional masih menunjukkan ketahanan yang kuat meskipun lingkungan global penuh tantangan.

“Prospek ekonomi kita tetap kuat dan berdaya tahan,” ujar Perry.

Menurutnya, ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dari pertumbuhan domestik yang tetap solid, inflasi yang terkendali, serta stabilitas nilai tukar yang terus dijaga melalui berbagai kebijakan moneter.

Sejumlah analis menilai bahwa tekanan terhadap mata uang negara berkembang saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang menjadi aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Namun, sentimen pasar mulai membaik seiring meningkatnya ekspektasi meredanya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi menguat seiring pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak dunia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.