Pembangunan Sekolah Rakyat dan Harapan Baru Anak Rentan

oleh -7 Dilihat
oleh
banner 468x60

Oleh: Bara Winatha *)

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia nasional. Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap anak-anak dari keluarga rentan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan berkualitas. Di tengah tantangan ketimpangan sosial dan ekonomi, pembangunan Sekolah Rakyat dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

banner 336x280

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengatakan bahwa perkembangan siswa Sekolah Rakyat di berbagai daerah menunjukkan hasil yang positif setelah hampir dua semester menjalani pendidikan. Menurutnya, perubahan tersebut terlihat dari kondisi siswa yang semakin nyaman, sehat, dan mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan bangunan pendidikan baru, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang mampu membangun kepercayaan diri dan karakter anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam berbagai kegiatan pembelajaran, para siswa mulai menunjukkan keberanian tampil di depan umum melalui pidato, paduan suara, pembacaan puisi, hingga simulasi pembelajaran. Saifullah Yusuf atau kerap dipanggil Gus Ipul mengatakan bahwa keberhasilan awal tersebut menjadi indikator penting bahwa Sekolah Rakyat mampu menjadi ruang transformasi sosial bagi anak-anak rentan. Pendidikan yang disertai dukungan asrama, pendampingan, dan fasilitas memadai dinilai mampu membentuk pola hidup yang lebih sehat dan disiplin.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan persembahan pemerintah bagi keluarga yang berada pada kelompok ekonomi paling rentan, khususnya masyarakat dalam kategori desil 1 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui program tersebut, negara berupaya memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin tetap memiliki kesempatan meraih pendidikan berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan.

Selama ini masih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang mengalami hambatan untuk melanjutkan sekolah akibat keterbatasan ekonomi, akses, maupun fasilitas pendukung pendidikan. Pendekatan Sekolah Rakyat dilakukan secara menyeluruh dengan mengintegrasikan pendidikan, pengasuhan, kesehatan, dan pembentukan karakter. Dengan sistem asrama dan pendampingan yang intensif, siswa diharapkan mampu tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan akademik maupun sosial mereka.

Dalam implementasinya, pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan secara bertahap di berbagai daerah dengan target penyelesaian yang dipercepat. Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo, mengatakan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah selesai pada 20 Juni 2026. Percepatan pembangunan dilakukan melalui berbagai langkah teknis, seperti penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, hingga penerapan sistem kerja tiga sif agar proses pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

Doddy mengatakan percepatan pembangunan dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar proyek Sekolah Rakyat dapat selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan. Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus investasi besar untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan. Pendidikan dipandang sebagai fondasi utama pembangunan bangsa yang harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada proses rekrutmen calon siswa agar program benar-benar tepat sasaran. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengatakan bahwa pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Pendamping PKH diminta terus berkoordinasi dengan dinas sosial dan perangkat desa untuk memastikan calon siswa berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 dan desil 2 sesuai DTSEN. Pemerintah ingin memastikan tidak ada praktik titipan ataupun penyimpangan dalam penerimaan siswa sehingga seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan prinsip keadilan sosial.

Pembangunan Sekolah Rakyat perlu dipandang sebagai gerakan bersama untuk mengatasi kemiskinan melalui pendidikan. Dengan memberikan akses pendidikan yang lebih baik kepada anak-anak rentan, pemerintah berharap lahir generasi baru yang mampu memperbaiki kondisi sosial ekonomi keluarganya di masa depan. Program tersebut diharapkan menjadi jalan keluar bagi anak-anak yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi agar memiliki masa depan yang lebih baik.

Dari sisi sosial, keberadaan Sekolah Rakyat juga mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Banyak orang tua siswa mengaku terbantu karena anak-anak mereka kini memperoleh akses pendidikan yang layak lengkap dengan fasilitas asrama dan layanan kesehatan. Perubahan perilaku dan karakter siswa menjadi salah satu indikator keberhasilan awal program tersebut. Anak-anak yang sebelumnya kurang percaya diri mulai menunjukkan perkembangan positif dalam kedisiplinan, sopan santun, dan kemampuan bersosialisasi.

Pendidikan yang baik akan membentuk karakter anak secara menyeluruh, bukan hanya kemampuan akademik. Oleh sebab itu, Sekolah Rakyat dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu membangun kepribadian, kemandirian, dan semangat belajar siswa. Pemerintah ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih cita-cita.

*) Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.