Menghadapi Tantangan Energi: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju Swasembada Energi

oleh -12 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA — Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi yang terus meningkat dan ketersediaan pasokan energi. Pengamat Energi, Godang Sitompul, menyampaikan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah sangat krusial untuk mencapai swasembada energi dan pangan yang berkelanjutan, guna memperkuat ketahanan nasional.

Ia mengungkapkan bahwa visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada energi dan pangan merupakan langkah besar menuju kemandirian yang lebih kuat.

banner 336x280

“Keseimbangan antara konsumsi dan ketersediaan energi harus terus dijaga. Tanpa kebijakan yang tepat, Indonesia akan kesulitan menghadapi krisis energi yang semakin mendekat,” ujar Godang.

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam pengelolaan energi nasional. Kebijakan energi yang diterapkan kini dikoordinasikan melalui Dewan Energi Nasional (DEN), yang merumuskan Kebijakan Energi Nasional dan Rencana Umum Energi Nasional sebagai dasar pengelolaan energi di Indonesia.

“Kebijakan energi yang jelas dan terstruktur ini adalah landasan utama untuk mencapai ketahanan energi nasional,” kata Godang.

Godang juga menyoroti perbedaan tugas antara Dewan Energi Nasional dan Dewan Umum Energi Nasional. Dewan Energi Nasional menangani kebijakan energi, sementara Dewan Umum berfokus pada aspek ekonomi.

“Kedua entitas ini memiliki peran yang sangat penting. Koordinasi yang baik antar keduanya akan menciptakan kebijakan yang lebih komprehensif dan efektif,” jelasnya.

Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, Kementerian ESDM juga sedang mempersiapkan program Cadangan Penyangga Energi (CPE), yang bertujuan untuk menyediakan cadangan energi yang disimpan di lokasi tertentu.

“Program CPE ini sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi, terutama jika terjadi gangguan yang dapat mempengaruhi pasokan energi,” tambahnya.

Selain itu, untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM), pemerintah diminta untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan, terutama energi surya.

“Pemanfaatan energi terbarukan, seperti energi surya, harus diperluas secara masif untuk mendukung energi fosil. Kedua sumber energi ini harus saling melengkapi dalam mencapai ketahanan energi nasional,” tegasnya.

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi surya, terutama di wilayah timur yang memiliki tingkat radiasi matahari yang sangat baik.

“Wilayah Indonesia bagian timur sangat potensial untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya. Ini bisa menjadi modal besar dalam memperkuat bauran energi dan ketahanan energi nasional,” ujar Godang.

Menurutnya, untuk mencapai kemandirian energi yang berkelanjutan, pemerintah perlu merencanakan kebutuhan energi dengan lebih cermat dan diversifikasi sumber energi.

“Produksi energi dari lapangan migas yang sudah ada harus dimaksimalkan, dan percepatan eksplorasi serta penemuan cadangan baru juga sangat penting,” pungkasnya.

Dengan kebijakan strategis ini, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada energi impor dan memperkuat ketahanan energi nasional untuk menghadapi tantangan di masa depan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.