Jakarta – Mayoritas masyarakat menunjukkan apresiasi terhadap berbagai langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional, baik melalui penguatan ekonomi maupun pembentukan lembaga strategis yang mendukung pengelolaan investasi negara. Hal tersebut tercermin dalam hasil Survei Nasional Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Isu Aktual Strategis yang dirilis Poltracking Indonesia.
Peneliti Poltracking Indonesia, Ahmad Zia Fitrahudin, mengatakan tingkat kepercayaan publik terhadap Danantara Indonesia menunjukkan optimisme yang cukup kuat. Menurutnya, masyarakat mulai melihat potensi Danantara sebagai institusi yang memiliki peran penting dalam pengelolaan aset dan investasi negara.
“Sebanyak 54,4 persen publik mengatakan percaya, gabungan cukup percaya dan sangat percaya, terhadap Danantara Indonesia. Sementara 24,9 persen publik mengatakan tidak percaya, gabungan kurang percaya dan sangat tidak percaya,” ujar Ahmad Zia.
Selain tingkat kepercayaan, survei juga mencatat penilaian positif terhadap kinerja Danantara. Sebanyak 51,5 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja lembaga tersebut, sedangkan 24,1 persen menyatakan tidak puas.
Menurut Ahmad Zia, capaian tersebut mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kontribusi Danantara dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan pemerintah bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan terus memantau perkembangan ekonomi dan nilai tukar rupiah.
“Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” kata Prasetyo.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Menurutnya, kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang terjaga dan inflasi yang tetap terkendali.
“Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 merupakan pertumbuhan yang nyata dan ditopang aktivitas masyarakat di berbagai sektor.
“Pertumbuhan ekonomi yang kita lihat saat ini merupakan pertumbuhan yang nyata,” tegas Purbaya.
Menurutnya, tingginya aktivitas perdagangan, sektor jasa, hingga ramainya destinasi wisata selama libur panjang menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat masih mampu menggerakkan perekonomian nasional.












