Masyarakat Diminta Tenang, Aparat Selidiki Kekerasan Pascademonstrasi

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap tenang menyusul kericuhan pascademonstrasi 27 Agustus 2026, seiring dengan penyelidikan yang masih dilakukan aparat terhadap kekerasan yang terjadi dalam peristiwa tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra meminta masyarakat tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi seputar peristiwa tersebut.

banner 336x280

Ia menegaskan, hingga saat ini aparat penegak hukum belum menetapkan individu, kelompok masyarakat, maupun organisasi kemasyarakatan tertentu sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.

“Aparat penegak hukum tidak menuduh siapa pun yang terlibat dalam aksi penganiayaan,” kata Yusril.

Ia menjelaskan, Polda Metro Jaya masih mendalami kasus tewasnya Bambang Setiyawan, pedagang cermin di Pejompongan, Jakarta Pusat, serta penganiayaan terhadap siswa kelas 12 bernama Faturrohman.

Menurutnya, penyelidikan itu tengah difokuskan untuk mengurai siapa yang menyuruh, siapa yang menggerakkan, hingga siapa yang secara langsung melakukan kekerasan.

“Polda Metro Jaya kini tengah melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap siswa,” ujar Yusril.

Desakan agar kasus ini dituntaskan juga datang dari Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam.

Ia meminta Polda Metro Jaya mengusut tuntas seluruh pihak di balik kerusuhan, termasuk menelusuri aliran dana dan pasokan barang yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan itu.

“Saya kira memang peristiwa 27 Agustus kemarin malam hari harus diusut tuntas siapa saja yang melakukan kekerasan, siapa saja yang ada di balik kerusuhan itu, aliran dananya, terus memasok barang-barang dan sebagainya,” ujar Anam.

Di sisi lain, Yusril mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang selama proses penyelidikan berlangsung. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pendemo yang datang dari Kabupaten Pati dan sejumlah daerah lain, termasuk mahasiswa, yang telah menggelar aksi secara damai tanpa memicu kericuhan.

Kericuhan bermula dari demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) malam yang kemudian meluas hingga ke kawasan Pejompongan. Dalam peristiwa itu, Bambang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Faturrohman dilaporkan mengalami penganiayaan setelah terseret dalam situasi kericuhan tersebut.

Polda Metro Jaya menyatakan pihaknya masih mengumpulkan fakta-fakta hukum di lapangan guna mengungkap keseluruhan rangkaian peristiwa itu secara transparan. Pihak kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi maupun bukti terkait peristiwa tersebut untuk turut membantu proses penyelidikan.

Yusril berharap penyelidikan dapat berjalan cepat namun tetap akurat, sehingga pelaku sebenarnya dapat diproses secara hukum tanpa menimbulkan fitnah terhadap pihak yang tidak bersalah. Ia kembali menegaskan, sikap tenang dari masyarakat selama proses hukum berlangsung akan turut membantu aparat bekerja secara maksimal mengungkap kasus ini hingga tuntas. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.