Langkah Strategis Perkuat Kemandirian Energi Indonesia

oleh -29 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – konsumsi energi dan dinamika geopolitik global. Keseimbangan antara konsumsi dan ketersediaan pasokan menjadi faktor krusial agar pembangunan ekonomi tetap berjalan stabil dan berkelanjutan.

Pengamat energi Godang Sitompul menilai visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada energi dan pangan sebagai langkah strategis menuju kemandirian nasional. Menurutnya, arah kebijakan tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam membangun sistem energi yang tangguh menghadapi tekanan global.

banner 336x280

“Di tengah tingginya kebutuhan energi, keseimbangan antara konsumsi dan ketersediaan pasokan menjadi hal yang krusial. Oleh karena itu, visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada energi dan pangan dinilai sebagai langkah besar menuju kemandirian dan ketahanan nasional yang berkelanjutan,” ujar Godang.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo memiliki arah kebijakan yang terstruktur dalam pengelolaan energi nasional, dengan pelaksanaan teknis yang dikoordinasikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pemerintah melalui Dewan Energi Nasional (DEN) menyusun Kebijakan Energi Nasional serta Rencana Umum Energi Nasional sebagai landasan strategis dalam perumusan sekaligus pengendalian kebijakan energi.

Menurut Godang, keberadaan kerangka kebijakan tersebut memastikan pembangunan sektor energi berjalan terarah, terukur, dan tidak bersifat sporadis. Dengan perencanaan jangka panjang, Indonesia memiliki pijakan kuat untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang tengah menyiapkan program Cadangan Penyangga Energi (CPE). Program ini dinilai sebagai strategi penting untuk mengantisipasi gangguan pasokan, baik akibat fluktuasi global maupun kendala distribusi domestik.

“Kementerian ESDM tengah menyiapkan program Cadangan Penyangga Energi sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Program ini bertujuan menyediakan cadangan energi yang disimpan di lokasi tertentu guna menjaga stabilitas pasokan apabila terjadi gangguan,” jelasnya.

Selain memperkuat cadangan, pemerintah juga mendorong perluasan pemanfaatan energi terbarukan guna menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). Menurut Godang, pengembangan energi terbarukan tidak dimaksudkan menggantikan energi fosil secara tiba-tiba, melainkan berjalan berdampingan agar saling melengkapi.

“Untuk menekan ketergantungan impor BBM, pemanfaatan energi terbarukan perlu diperluas secara masif guna mendukung energi fosil. Pengembangan ini dilakukan secara berdampingan sehingga keduanya saling melengkapi dan memperkuat ketahanan serta kemandirian energi nasional,” tegasnya.

Dengan strategi terintegrasi antara kebijakan, cadangan energi, dan penguatan energi terbarukan, pemerintah dinilai telah menempuh langkah konkret untuk memastikan ketahanan energi nasional yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan demi masa depan Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.