Jakarta – Di tengah fragmentasi ekonomi global dan meningkatnya rivalitas dagang antarnegara, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat guna memperkuat diplomasi perdagangan Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas pertumbuhan nasional sekaligus memperluas akses pasar ekspor di tengah dinamika global yang kian kompetitif.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa kunjungan ini difokuskan pada pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Agenda pembahasan mencakup penguatan hubungan ekonomi serta penjajakan sejumlah kerja sama perdagangan strategis.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin dijadwalkan membahas perkembangan perundingan dan potensi perjanjian dagang yang diharapkan mampu mendorong investasi, memperluas akses pasar, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan ke AS antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kunjungan ini menegaskan diplomasi ekonomi sebagai instrumen utama pemerintah dalam menghadapi tekanan global.
Pada kesempatan berbeda, upaya serupa juga dilakukan Presiden Prabowo saat menjalankan misi diplomasi ekonomi di London, Inggris. Dalam agenda tersebut, penguatan kerja sama perdagangan melibatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta British Chamber of Commerce.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan bahwa komitmen kerja sama antara dunia usaha kedua negara akan ditindaklanjuti secara konkret.
“Komitmen ini akan ditindaklanjuti secara kongkret antara dunia usaha kedua negara yang dikawal oleh kami Kadin Indonesia dan British Chamber of Commerce,” kata Anindya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Presiden dalam forum bisnis dan investasi menunjukkan keseriusan Indonesia memperluas jejaring dagang global.
“Hadirnya Pak Presiden Prabowo menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris. Komitmen yang sama juga ditunjukkan oleh Inggris,” ujarnya.
Rangkaian kunjungan di berbagai negara itu menunjukkan satu benang merah, yakni memperkuat diplomasi perdagangan sebagai strategi menghadapi fragmentasi global sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di pasar internasional.













