JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat Koperasi Merah Putih sebagai instrumen untuk memperbaiki tata kelola distribusi subsidi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Kebijakan tersebut berpotensi memberikan efisiensi anggaran karena penyaluran barang subsidi dapat dilakukan melalui jaringan koperasi hingga tingkat desa.
Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyebut Koperasi Merah Putih berpotensi menghemat anggaran subsidi yang tidak tepat sasaran hingga sekitar Rp150 triliun per tahun.
“Teman-teman bisa bayangkan nanti paling tidak kita bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran sekitar Rp150 triliun setahun. Jadi mesti dilihat dampaknya,” kata Dony.
Ia menjelaskan pemerintah bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi tengah menyiapkan sistem daring berbasis data tunggal untuk menentukan masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Menurut Dony, sistem tersebut akan terintegrasi dengan jaringan Koperasi Merah Putih sehingga distribusi subsidi dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut optimistis operasional Koperasi Merah Putih dapat menekan kebocoran distribusi barang subsidi karena penyalurannya dilakukan melalui koperasi.
“Jadi, saya akan expect penghematan yang signifikan dari barang-barang subsidi yang sebelumnya banyak bocor dimanfaatkan orang. Ke depan ketika koperasi sudah mulai jalan dan tim kita memonitor dengan betul, saya akan bisa hemat subsidi cukup banyak,” ungkapnya.
Purbaya menjelaskan pemerintah telah membentuk satuan tugas yang melibatkan Kementerian Keuangan, Badan Pengaturan BUMN, dan Kementerian Koperasi untuk mengawasi penyaluran subsidi melalui koperasi.
Ia juga menyebut penyaluran subsidi dapat memberikan keuntungan bagi operasional koperasi dan manfaat tersebut masuk ke dana desa tempat koperasi beroperasi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan pemerintah mengarahkan berbagai barang subsidi dan bantuan pemerintah untuk disalurkan melalui Koperasi Desa atau Koperasi Kelurahan Merah Putih.
“Infrastruktur pemerintah yaitu seluruh barang-barang subsidi, barang-barang bantuan pemerintah, semua nanti penyalurannya melalui Koperasi Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih,” katanya.
Zulhas menyampaikan penyaluran bantuan melalui koperasi mulai diberlakukan pada September 2026 dengan target sekitar 25.000 koperasi pada tahap awal dan 35.862 koperasi beroperasi pada akhir tahun.
Penguatan jaringan koperasi menjadi bagian dari langkah pemerintah membangun sistem distribusi yang lebih terintegrasi dan mendekatkan manfaat kebijakan kepada masyarakat.











