Kedaulatan Pangan Didorong melalui Produksi, Teknologi, dan Kesejahteraan Petani

oleh -9 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah menunjukkan komitmen memperkuat kedaulatan pangan dengan mendorong peningkatan produksi sekaligus menjaga kesejahteraan petani melalui berbagai akselerasi di sektor pertanian, termasuk pemanfaatan teknologi.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengatakan tantangan mewujudkan kedaulatan pangan ke depan tidak ringan. Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas produksi, membuka lahan pertanian, dan memperkuat kesejahteraan petani.

banner 336x280

“Pesan Presiden, tugas ke depan cukup berat. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian harus bekerja bersama untuk membangun kedaulatan pangan. Pembukaan lahan dan peningkatan kesejahteraan petani juga menjadi hal penting yang harus kita dorong,” kata Saleh.

Menurutnya, berbagai tantangan tersebut perlu dijawab dengan pemanfaatan teknologi dan optimalisasi sumber daya pertanian. Ia menekankan bahwa target yang sebelumnya dianggap sulit dicapai tetap dapat diwujudkan melalui kerja keras dan kolaborasi.

Salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas dilakukan melalui Program Makmur Pangan Amran Sulaiman (PM-AAS). Program ini menggabungkan penggunaan varietas unggul spesifik lokasi, mekanisasi, pengelolaan hara dan air, serta pendampingan budidaya dalam satu sistem produksi.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Fadjry Djufry mengatakan hasil uji coba PM-AAS di sejumlah daerah menunjukkan potensi peningkatan produktivitas. Karena itu, program tersebut mulai diperluas secara nasional dengan target penerapan satu juta hektare pada 2026.

“Pilot project yang kami lakukan di berbagai daerah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Karena itu tahun ini PM-AAS mulai diperluas di seluruh Indonesia dengan target penerapan mencapai satu juta hektare. Harapannya, produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak,” terang Fadjry.

Kementerian Pertanian mencatat produktivitas padi melalui penerapan teknologi PM-AAS dapat mencapai 10,43 ton per hektare. Pengembangan program tersebut mencakup pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, pengelolaan air, hingga mekanisasi pertanian.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan kebijakan harga tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

“Saat ini dengan petani mendapatkan harga gabah Rp6.500, itu sudah 34 persen dari ongkos produksi, yang mana itu meningkatkan NTP kita menjadi 129. Tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Artinya bahwa ini ada peningkatan di kesejahteraan di level petani. Ini yang penting,” ungkap Amran.

Penguatan produksi, teknologi, dan kesejahteraan petani menjadi fondasi pemerintah dalam mendorong kedaulatan pangan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.