Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Pakar Ekonomi UI: Arah Kebijakan Pemerintah Sudah Dirasakan Masyarakat

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan ekonomi pemerintah dinilai sudah dirasakan masyarakat.

Pakar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Prof. Telisa Falianty mengatakan, sejumlah kebijakan pemerintah telah diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong investasi dan kesinambungan program prioritas.

banner 336x280

Hal itu disampaikan Telisa saat menjadi narasumber dalam dialog ekonomi yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta. Ia mencontohkan upaya pemerintah dalam mendatangkan investasi, menjaga iuran BPJS, menahan tarif listrik agar tidak naik, serta mempertahankan kondisi fiskal.

“Arah kebijakan pemerintah saat ini sudah dirasakan oleh masyarakat, bagaimana mendatangkan investasi, kemudian iuran BPJS, tarif listrik ditahan agar tidak naik, dan menjaga fiskal agar program prioritas ini bisa terus berjalan,” kata Telisa.

Menurut dia, pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah juga terus mengalami penyempurnaan.

Telisa menilai kekurangan dalam desain awal sebuah program merupakan hal yang wajar. Namun, perbaikan perlu terus dilakukan agar manfaat kebijakan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Sebenarnya jika dikaitkan program prioritas sudah ada perbaikan. Wajar jika desain awal ada kekurangan, tapi yang penting terus dilakukan perbaikan agar multiplier effect dirasakan masyarakat, yaitu bagaimana akses pekerjaan, harga terjangkau, ada tabungan masyarakat, itu sedang diupayakan,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI), Fithra Faisal mengatakan, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan perubahan.

Menurut Fithra, investasi kini semakin berperan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jika zoom in ke variabel pertumbuhan, bisa kita lihat ke investasi, di mana komponen utama pertumbuhan ekonomi sudah mulai berubah, mulai ditopang oleh investasi,” kata Fithra.

Ia mengatakan, perubahan struktur tersebut mulai terlihat sejak kuartal IV 2025 dan berlanjut pada kuartal I serta kuartal II 2026 dengan pertumbuhan positif.

Fithra juga menyebut peluang investasi masih terbuka dari sejumlah negara, antara lain Jepang, Jerman, Perancis, Rusia, dan China.

Menurut dia, negara-negara tersebut memiliki komitmen investasi strategis yang dapat mendukung pembangunan nasional.

“Melihat potensi investasi yang besar menunjukkan bahwa roadmap pembangunan bangsa ke depan berbasis nilai tambah,” pungkasnya. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.