Inflasi Ramadan dan Idulfitri 2026 Diproyeksikan Tetap Terkendali

oleh -14 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Tekanan inflasi pada periode Ramadan 2026 hingga Idulfitri 1447 Hijriah diproyeksikan tetap berada dalam koridor yang aman. Bank Indonesia (BI) memastikan lonjakan permintaan musiman yang terjadi setiap tahun masih dapat dikelola melalui koordinasi kebijakan yang solid dan stabilitas pasokan pangan. Optimisme ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional di tengah dinamika global yang masih dibayangi ketidakpastian.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman menegaskan bahwa inflasi Ramadan dan Lebaran tahun ini diperkirakan tetap terkendali dalam kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen, atau berada di rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen. Menurutnya, stabilitas pasokan pangan dan terkendalinya inflasi inti menjadi faktor utama yang menopang proyeksi tersebut.

banner 336x280

“Kondisi untuk di bulan Ramadan dan Lebaran ini, semuanya masih terjaga. Tapi masih ada dampak daripada administered prices akibat diskon listrik yang terjadi di tahun lalu, sehingga diperkirakan angkanya sedikit di atas 3 persen,” kata Aida.

Aida menjelaskan bahwa BI melakukan pemantauan harga secara mingguan untuk memastikan perkembangan inflasi tetap sesuai proyeksi. Sejauh ini, tren harga berbagai komoditas dinilai masih dalam jalur yang terkendali.

“Kami melakukan monitoring mingguan untuk harga-harga semuanya masih dalam kisaran proyeksi dari Bank Indonesia. Jadi mudah-mudahan ini akan terus terjaga sampai dengan bulan Maret,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan bahwa bank sentral akan terus mencermati ruang kebijakan suku bunga dengan mempertimbangkan dinamika global dan data ekonomi terkini. Menurutnya, prospek ekonomi global menunjukkan tren perlambatan dengan tingkat ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi.

“Saat ini, prospek ekonomi global menunjukkan tren melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi. Tapi stabilitas domestik yang terjaga memberi ruang bagi kebijakan moneter untuk tetap akomodatif secara terukur,” ujarnya.

Di tingkat daerah, pengendalian inflasi juga menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman menyampaikan bahwa pihaknya bersama berbagai pemangku kepentingan terus memantau situasi agar tetap aman dan kondusif selama Ramadan dan Idulfitri.

“Kami ingin memastikan stok aman, transportasi lancar, dan komunikasi antarinstansi berjalan efektif,” ucapnya.

Herman menambahkan, berdasarkan pemantauan sementara, harga sejumlah komoditas di berbagai daerah masih relatif terkendali. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan bergerak cepat apabila terjadi lonjakan harga.

“Kami akan cek dari berbagai sisi, mulai harga, pasokan, distribusi, hingga koordinasi antar pihak. Empat hal itu yang terus kami jaga selama Ramadan,” pungkas Herman.

Dengan pengawasan yang konsisten dan respons kebijakan yang adaptif, optimisme terhadap stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.