JAKARTA – Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, menilai ketahanan ekonomi Indonesia menjadi modal optimisme untuk mencapai target pertumbuhan sebesar 6 persen pada 2027. Kinerja perekonomian nasional dinilai tetap menunjukkan tren positif di tengah berbagai tantangan global.
Hal tersebut disampaikan Abra dalam sebuah dialog di stasiun televisi swasta, Kamis (22/10/2026), yang membahas capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Abra mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen pada kuartal II mencerminkan ketahanan ekonomi nasional yang relatif kuat dibandingkan sejumlah negara lainnya.
“Saya melihat bahwa kita masih memiliki ekspektasi positif terhadap target pemerintah. Pertumbuhan tahun depan itu ditargetkan 6 persen,” ujar Abra.
Menurutnya, peningkatan belanja pemerintah menjadi salah satu indikator positif dalam mendorong aktivitas perekonomian nasional.
“Salah satu sinyal yang kuat yang dilakukan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dari sisi belanja pemerintah, itu sampai pertumbuhannya double digit,” ungkapnya.
Optimisme tersebut turut diperkuat perkembangan sektor pangan. Abra menyoroti kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen serta meningkatnya cadangan beras pemerintah yang disebut mencapai 4,6 juta ton.
Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan dan energi agar momentum pertumbuhan tetap berkelanjutan.
Senada, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat, menilai perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik meskipun menghadapi ketidakpastian global.
“Dihadapkan pada berbagai tantangan tadi, saya kira yang perlu di-highlight adalah ekonomi Indonesia masih cukup resilient. Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi, masih tumbuh di atas 5 persen,” kata Firman.
Firman juga menekankan pentingnya investasi swasta untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Target 6 persen ini tentu harus didorong oleh investasi dari sektor swasta,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno berharap pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang semakin merata bagi masyarakat.
“Harapan terbesarnya tentu pertumbuhan ekonomi itu terdistribusi cukup merata di berbagai kalangan, bukan hanya merata di sektor-sektor tertentu,” ujarnya.
Dengan penguatan investasi, kebijakan pangan, serta stabilitas makroekonomi, Indonesia dinilai memiliki modal untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengakselerasi pencapaian target ekonomi 2027. (*)













