Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Positif dan Jauh dari Ancaman Krisis Seperti 1998

oleh -6 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah memastikan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam situasi yang stabil dan jauh dari ancaman krisis seperti yang pernah terjadi pada 1998. Di tengah ketidakpastian global, tekanan geopolitik, serta fluktuasi nilai tukar dan pasar keuangan dunia, fundamental ekonomi nasional dinilai masih kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan secara berkelanjutan.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menegaskan bahwa berbagai indikator ekonomi menunjukkan Indonesia berada dalam kondisi yang sehat. Pada triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,61 persen. Sementara itu, inflasi April 2026 tetap terkendali di level 2,42 persen yang mencerminkan stabilitas harga dan daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

banner 336x280

“Kalau melihat angka-angka tadi, kita itu jauh dari situasi krisis,” ujar Juda Agung dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di Jakarta.

Juda menjelaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini sangat berbeda dibanding krisis 1997–1998. Pada masa itu, krisis dipicu oleh lemahnya neraca pembayaran, tingginya utang luar negeri swasta, serta tekanan besar terhadap nilai tukar rupiah. Kini, neraca pembayaran Indonesia dinilai relatif sehat dan lebih seimbang.

Ia juga menyampaikan bahwa indikator fiskal Indonesia masih berada dalam batas aman. Defisit APBN tetap dijaga di bawah 3 persen dan tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi fiskal nasional masih tinggi. Hal itu terlihat dari imbal hasil atau yield surat utang negara yang masih stabil.

“Kalau investor tidak percaya pada fiskal kita maka yield-nya akan melonjak. Sekarang ini di sekitar 6,5 sampai 6,7 persen dan peningkatannya tidak signifikan,” kata Juda.

Selain itu, pemerintah menilai tidak terdapat indikasi gelembung ekonomi atau bubble pada sektor Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid meskipun menghadapi tekanan global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Terlepas dari tantangan global dan volatilitas nilai tukar, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat,” ujar Luhut.

Pernyataan tersebut memperkuat optimisme bahwa ekonomi Indonesia masih berada pada jalur pertumbuhan positif. Stabilitas fiskal, konsumsi domestik yang kuat, serta sistem keuangan yang sehat menjadi modal utama Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global sekaligus memastikan situasi nasional tetap aman dari ancaman krisis seperti 1998.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.