Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sekolah Garuda Perkuat Pendidikan Berbasis STEM

oleh -16 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan kualitas sumber daya manusia terus diarahkan pada penguasaan sains dan teknologi. Salah satu langkahnya melalui Sekolah Garuda yang mengembangkan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta memperluas akses siswa berprestasi menuju perguruan tinggi terbaik dunia.

SMA Pradita Dirgantara menjadi salah satu pionir Sekolah Garuda Transformasi. Kepala SMA Pradita Dirgantara M. Ridwan Aziz mengatakan program ini membuka peluang siswa mengembangkan potensi melalui dukungan pendidikan berkualitas.

banner 336x280

“Potensi yang sudah besar, dikelola, dididik dengan sumber daya terbaik juga, maka mereka akan lebih unggul lagi. Sehingga harapan kita di 2045 Indonesia benar-benar bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan di dunia,” ujar Ridwan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menempatkan penguasaan sains dan teknologi sebagai bagian penting dalam pembangunan SDM. Ia berharap Sekolah Garuda mampu mengantarkan lebih banyak anak Indonesia ke universitas terbaik dunia.

“Kita berharap dengan program ini, nanti banyak anak-anak kita bisa masuk ke sekolah terbaik di dunia, Harvard, MIT, Oxford, dan sebagainya,” kata Prabowo.

Penguatan tersebut kini berkembang melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendorong kampus dan sekolah membangun ekosistem pembelajaran yang saling terhubung.

“Kami dengan penuh kerendahan hati menitipkan kader-kader bangsa terbaik, adik-adik untuk dapat dibina, untuk dapat dibentuk karakternya. Kami berharap pendampingan ini akan membangun ekosistem yang unggul,” ujar Brian.

Hingga 2026, pemerintah telah menetapkan 42 Sekolah Garuda Transformasi di 15 provinsi, dari 12 sekolah pada 2025. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut mencapai 80 sekolah pada 2029. Empat Sekolah Garuda Baru juga telah siap beroperasi dengan total 301 siswa.

BRIN turut memperkuat Sekolah Garuda melalui tata kelola laboratorium STEM. Peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN Suharman Halawa mengatakan model tersebut mengintegrasikan pembelajaran, riset, inovasi, penguatan kapasitas guru, dan kemitraan.

“Melalui keberagaman konteks ini, kami menyusun rekomendasi tata kelola yang inklusif agar laboratorium STEM di Sekolah Garuda dapat benar-benar berfungsi sebagai ekosistem inovasi yang memperkuat kompetensi guru dan mencetak generasi unggul berdaya saing global,” ujarnya.

Capaian program juga mulai terlihat. Sebanyak 388 siswa Sekolah Garuda Transformasi diterima di perguruan tinggi terbaik dunia pada tahun ajaran 2025/2026, meningkat 177 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perkembangan tersebut menunjukkan arah kebijakan pendidikan yang semakin menempatkan STEM, riset, dan kolaborasi sebagai fondasi pengembangan talenta. Dengan perluasan ekosistem Sekolah Garuda, pemerintah memperkuat ikhtiar menyiapkan generasi Indonesia yang kompeten, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.