Distribusi Energi Dijaga Ketat, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Permintaan Ramadan

oleh -7 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA — Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto memperketat pengawasan distribusi energi selama Ramadan 2026 guna mengantisipasi lonjakan permintaan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan BBM dan LPG tetap aman serta terkendali sepanjang Ramadan dan Idulfitri.

banner 336x280

“Ketiga, terkait kesiapan pasokan energi untuk menghadapi bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri, baik LPG maupun BBM, saya tegaskan seluruhnya dalam kondisi terkendali dan stok nasional berada di atas batas minimum,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, cadangan BBM nasional tercatat berada di atas ambang aman.

“Batas minimum stok BBM kita ditetapkan 18 hari dan saat ini kondisinya tidak ada kendala. Cadangan BBM nasional berada di kisaran 21 hari, sehingga masih berada di atas ambang minimum dan dipastikan aman,” katanya.

Pemerintah juga memastikan operasional kilang domestik menopang kebutuhan energi selama Ramadan.

“Saat ini industri sudah kembali beroperasi dan pasokan dari kilang Balikpapan dinilai mencukupi, khususnya untuk jenis C48. Namun, untuk solar berkualitas tinggi seperti C51 serta beberapa spesifikasi lainnya, kita masih harus melakukan impor,” terang Bahlil.

Ia turut menegaskan ketersediaan bensin nonsubsidi.

“Untuk bensin nonsubsidi seperti RON 92, RON 95, dan RON 98, stoknya juga berada di kisaran 18 hari. Dengan demikian, tidak ada kendala pasokan,” tegasnya.

Pengawasan distribusi diperketat oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman menyatakan pengamanan stok dilakukan menyeluruh.

“Karena jarak antara perayaan Natal hingga Lebaran sangat berdekatan, maka stok BBM benar-benar kami jaga agar tetap aman dan mencukupi,” ujarnya.

Di sisi hilir, Pertamina Patra Niaga meningkatkan kesiapsiagaan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyebut stok nasional berada pada level solid.

“Per hari ini, stok ada di 20,2 hari secara nasional, akan terus kami tingkatkan,” katanya, dengan target ketahanan mencapai 22 hingga 23 hari.

Stabilitas energi tersebut berjalan seiring pengendalian inflasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan fokus pemerintah menjaga daya beli.

“Pemerintah memperkuat koordinasi untuk menjaga inflasi Indeks Harga Konsumen tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen pada 2026,” ujar Airlangga.

“Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tercapai tanpa menimbulkan tekanan baru bagi konsumsi rumah tangga,” tambahnya.

Melalui pengawasan ketat, koordinasi lintas sektor, dan stok yang aman, pemerintah memastikan kebutuhan energi terpenuhi sehingga Ramadan 2026 berjalan tenang dan aktivitas ekonomi tetap lancar. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.