Antisipasi Lonjakan Konsumsi, Pengawasan BBM Selama Ramadan Diperkuat

oleh -14 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat pengawasan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Penguatan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan konsumsi energi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode mudik dan libur panjang.

banner 336x280

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara intensif melalui koordinasi lintas sektor dan pemantauan langsung di lapangan.

“Kami melakukan kontrol ketat ketersediaan dan penyaluran BBM selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 H. Berdasarkan realisasi hingga saat ini, insyaallah stok BBM aman dan terkendali,” ujarnya saat menghadiri kunjungan kerja reses Komisi XII DPR di Bali.

Hingga 19 Februari 2026, realisasi penyaluran BBM masih dalam koridor perencanaan awal tahun, yakni minyak tanah 12,84 persen dari kuota, minyak solar 13,22 persen, dan Pertalite 12,19 persen.

Angka tersebut mencerminkan distribusi berjalan sesuai proyeksi dan menjadi indikator kesiapan nasional menghadapi peningkatan konsumsi.

Koordinasi juga diperkuat bersama PT Pertamina Patra Niaga, terutama di wilayah dengan potensi lonjakan konsumsi seperti Tol Trans Jawa yang diperkirakan meningkat 25–30 persen dibanding hari normal.

Titik krusial meliputi ruas Cipali (Subang–Indramayu), Semarang–Solo (Boyolali), serta simpul Solo–Yogyakarta (Colomadu). Selain itu, jalur penyeberangan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk serta kota tujuan mudik seperti Yogyakarta, Solo Raya, Surabaya, Malang Raya, Banyumas, dan Bandung turut menjadi fokus pengawasan.

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menyatakan pihaknya mengapresiasi langkah antisipatif pemerintah dan BPH Migas.

“Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR untuk memastikan kesiapan pasokan energi nasional. Kami ingin ada jaminan bahwa selama Ramadan dan Idulfitri masyarakat tidak mengalami kendala pasokan BBM maupun LPG. Dari paparan yang kami terima, langkah mitigasi telah disiapkan dengan baik,” ujarnya.

Di tingkat regional, kesiapan juga ditunjukkan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Sales Area Manager (SAM) Retail Sulawesi Tenggara, Agung Surya Pranata.

Ia memastikan pasokan energi di Sulawesi Tenggara dalam kondisi aman dengan ketahanan stok 5–11 hari, didukung empat fuel terminal di Kendari, Kolaka, Baubau, dan Raha.

“Seluruh lembaga penyalur kami siagakan. Kami memprediksi kenaikan konsumsi BBM dan LPG sekitar 6 hingga 8 persen, dan itu sudah kami antisipasi melalui Satgas Ramadan–Idulfitri, penguatan stok, serta penambahan SPBU siaga 24 jam di titik strategis,” kata Agung.

Pertamina juga menyiapkan SPBU modular, layanan motoris di titik kemacetan, serta memastikan harga jual tetap sesuai ketentuan pemerintah.

Dengan pengawasan berlapis dan sinergi pusat-daerah, pemerintah optimistis kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H dapat terpenuhi secara aman, lancar, dan terkendali.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.