Jakarta Perubahan teknologi yang berlangsung cepat mendorong kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di berbagai sektor. Pemerintah memandang kesiapan SDM sebagai salah satu faktor penting agar Indonesia dapat memanfaatkan pertumbuhan ekonomi digital dan tidak hanya menjadi pasar bagi produk serta teknologi dari negara lain.
Plt. Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital RI Farida Dewi Maharani mengatakan pengembangan SDM membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Dalam menghadapi persaingan ekonomi global, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting. Pengembangan SDM membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, termasuk pendidikan, perguruan tinggi, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah, ujarnya.
Farida menambahkan, Indonesia memiliki banyak generasi muda yang berpotensi bersaing di tingkat global. Dengan fasilitas, pengetahuan, dan ruang yang tepat, potensi tersebut dapat berkembang menjadi inovasi serta kekuatan ekonomi baru.
Kementerian Komunikasi dan Digital pada 2026 memperkuat program pengembangan talenta digital, termasuk pelatihan kecerdasan artifisial. BPSDM Komdigi menargetkan sekitar 30.000 talenta digital melalui program pembelajaran yang disusun dari tingkat dasar hingga lanjutan.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah juga menekankan pentingnya pemerataan akses terhadap pengetahuan, teknologi, talenta, jejaring, permodalan, dan pasar melalui pengembangan Garuda Spark Innovation Hub. Program tersebut pada 2026 telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital.
Farida menilai pendidikan dan pelatihan perlu terus menyesuaikan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Masyarakat perlu dibekali kemampuan agar dapat beradaptasi terhadap perubahan pekerjaan sekaligus menciptakan peluang baru.
Dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, pembangunan SDM diharapkan mampu memperbesar kapasitas Indonesia dalam menghasilkan inovasi. Tujuannya bukan hanya meningkatkan jumlah pengguna teknologi, tetapi memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen, pencipta inovasi, dan pemilik kompetensi digital yang mampu bersaing secara global.











