Jakarta – Pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan aman dan lancar mulai dari keberangkatan jemaah di Tanah Air hingga pelayanan di Madinah dan Makkah. Fokus pemerintah kini diarahkan pada persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menjadi fase paling krusial dalam rangkaian ibadah haji.
Amirul Hajj 2026 sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan pelaksanaan haji hingga saat ini berlangsung sesuai perencanaan. Pernyataan itu disampaikan usai rapat evaluasi penyelenggaraan haji bersama jajaran terkait.
“Seluruh rangkaian perjalanan pelaksanaan haji sejak keberangkatan sampai hari ini berjalan baik sesuai perencanaan,” katanya.
Cak Imin juga menyampaikan bahwa pemerintah mengapresiasi kerja keras petugas haji Indonesia maupun pemerintah Arab Saudi yang dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kelancaran ibadah haji tahun ini.
Saat ini, perhatian pemerintah difokuskan pada kesiapan Armuzna yang dijadwalkan dimulai Senin, 25 Mei 2026, saat jemaah diberangkatkan menuju Arafah.
“Kami fokus kepada puncak perjalanan pelaksanaan haji yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah aspek utama menjadi perhatian pemerintah, mulai dari pengaturan jadwal keberangkatan, transportasi, konsumsi, kesiapan tenda, hingga layanan kesehatan bagi jemaah. Pemerintah juga memastikan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tetap siaga selama puncak ibadah berlangsung.
Cak Imin mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi fisik menjelang Armuzna dengan memperbanyak istirahat dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
“Minum dan istirahat harus cukup sehingga memasuki Arafah dengan kesehatan prima,” tuturnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan pemerintah telah menyiapkan skema mobilitas jemaah secara bertahap dan berbasis mitigasi kepadatan untuk memastikan ibadah berjalan aman dan tertib.
“Karena itu, pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan kesiapan fisik jemaah menjadi sangat penting. Kemenhaj telah membentuk Satuan Operasional Armuzna untuk memastikan pergerakan jemaah berjalan bertahap, terukur, dan berbasis mitigasi kepadatan,” ujar Maria.
Hingga hari ke-29 operasional haji 2026, sebanyak 481 kloter dengan total 186.041 jemaah dan 1.919 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Pemerintah pun mengimbau jemaah mematuhi seluruh arahan petugas agar pelaksanaan puncak haji berjalan aman, nyaman, dan lancar. #














