Partisipasi Indonesia di BoP Tegaskan Komitmen Diplomasi Perdamaian Global

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA — Pemerintah menegaskan komitmen diplomasi perdamaian global melalui partisipasi aktif Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada sidang perdana di Washington D.C. untuk membahas kelanjutan gencatan senjata di Gaza menunjukkan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat arsitektur perdamaian dunia.

banner 336x280

“Saya berada di sini atas undangan Presiden Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan Board of Peace yang sangat penting,” kata Kepala Negara.

“Pertemuan resmi pertama dari Board of Peace untuk membahas implementasi dan kelanjutan gencatan senjata di Gaza,” ucap Prabowo.

“Kami terus berupaya merintis jalan menuju solusi yang nyata dan berkelanjutan atas isu Palestina,” ujarnya.

Prabowo juga menekankan konsistensi politik luar negeri Indonesia.

“Kami melanjutkan kebijakan luar negeri non-blok, menghormati semua kekuatan besar. Saya menyatakan tekad untuk menjalankan kebijakan ‘Good Neighbor Policy’,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen diplomasi bebas aktif Indonesia, yang turut mendapat dukungan DPR RI melalui pengawalan Komisi I agar partisipasi Indonesia berdampak strategis.

“Komisi I DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki, agar keikutsertaan Indonesia dalam BoP benar-benar membawa manfaat strategis bagi kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor perdamaian dunia,” kata Dave.

“Dalam kerangka itu, Indonesia akan terus menyuarakan pentingnya keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk hak bangsa Palestina,” tambahnya.

Dave juga menilai sidang perdana BoP sebagai momentum penting.

“Sidang perdana BoP menjadi momentum strategis untuk memastikan bahwa suara negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dapat terwakili secara adil dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian dunia,” ucapnya.

Menurutnya, proses perdamaian tetap berjalan meski Palestina belum tergabung dalam dewan tersebut.

“Hal tersebut merupakan bagian dari proses yang masih berjalan. Setiap forum perdamaian akan lebih bermakna apabila membuka ruang bagi semua pihak untuk berdialog secara konstruktif,” kata Dave.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono bertemu Wakil Tetap Palestina untuk PBB Riyad Mansour di New York.

Sugiono menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara serta menyampaikan partisipasi Presiden dalam BoP bersama negara-negara Kelompok 8.

“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” ujar Sugiono. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.