Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi sekaligus menjadi jalur utama penyaluran berbagai subsidi pemerintah kepada masyarakat.
Dalam penjelasannya, Presiden mengatakan KDKMP akan menghadirkan berbagai layanan yang dibutuhkan warga dalam satu ekosistem, mulai dari koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, hingga fasilitas logistik.
“KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalam ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa. Obat-obatnya obat generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota. Akan ada logistik desa, akan ada gudang, akan ada cold storage supaya hasil-hasil petani tidak akan rusak dan berbagai layanan ekonomi lainnya,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menjelaskan, salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat desa, terutama petani, adalah keterbatasan akses pembiayaan sehingga masih bergantung pada pinjaman berbunga tinggi. Karena itu, pemerintah mendorong keberadaan koperasi simpan pinjam di setiap desa.
“Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia,” tegas Presiden.
Menurutnya, kehadiran koperasi di setiap desa akan membantu memutus praktik rentenir sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Presiden juga menegaskan seluruh barang bersubsidi harus disalurkan melalui KDKMP agar diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus! Saya katakan ini harus! Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dialah yang terima,” katanya.
Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Surya Vandiantara, menilai konsep Koperasi Desa Merah Putih selaras dengan semangat ekonomi kerakyatan yang diamanatkan Pasal 33 UUD 1945.
Menurutnya, koperasi dibangun atas prinsip gotong royong untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.
“Prinsip gotong royong menjadi ciri utama koperasi. Dana yang dihimpun dari anggota digunakan untuk saling membantu, sementara keuntungan akhirnya dikembalikan kepada anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU),” ujarnya.
Surya menambahkan transparansi dan pengawasan yang kuat menjadi faktor penting agar program berjalan sesuai tujuan.
Sementara itu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyebut pembangunan KDKMP merupakan implementasi nyata konsep ekonomi kerakyatan yang menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan ekonomi nasional.












