Pemerintah Perkuat Distribusi BBM, Antisipasi Mobilitas Tinggi Lebaran

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Oleh: Aulia Sofyan Harahap

Lonjakan mobilitas masyarakat menjelang bulan Ramadan hingga Lebaran kembali menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga pasokan energi nasional. Kali ini, pemerintah menegaskan tidak ingin hanya bersikap reaktif, melainkan mengambil langkah antisipasi lebih awal melalui penguatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, terutama saat konsumsi meningkat tajam pada momen libur panjang dan musim mudik.

banner 336x280

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah sudah menghitung potensi peningkatan konsumsi BBM selama masa puasa hingga Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, pasokan energi tidak boleh terganggu karena menyangkut aktivitas ekonomi, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga. Ia memastikan stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman serta berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa batas minimum stok BBM nasional ditetapkan selama 18 hari. Saat ini, cadangan BBM nasional berada di angka sekitar 21 hari. Dengan posisi tersebut, ia menilai masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan kelangkaan atau gangguan pasokan selama periode puncak konsumsi. Penegasan ini menjadi penting karena Lebaran selalu identik dengan peningkatan aktivitas mudik, perjalanan wisata, dan konsumsi bahan bakar di berbagai wilayah.

Selain memastikan stok nasional aman, Bahlil Lahadalia juga menyoroti peran kilang minyak dalam negeri yang menjadi tulang punggung pasokan energi. Ia menyampaikan bahwa kilang di Balikpapan telah beroperasi optimal untuk memasok berbagai jenis bahan bakar. Pemerintah menilai peningkatan kapasitas produksi domestik menjadi langkah penting untuk menekan ketergantungan impor. Namun demikian, ia mengakui masih ada jenis BBM dengan spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi melalui impor, terutama solar kualitas tinggi seperti C51 dan beberapa kebutuhan lainnya. Kilang Balikpapan dinilai mampu menopang kebutuhan C48, tetapi untuk kategori tertentu masih membutuhkan pasokan dari luar negeri.

Sikap terbuka tersebut dinilai penting karena menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya membangun narasi optimisme, tetapi juga menyampaikan kondisi riil energi nasional. Dalam konteks ini, impor bukan semata tanda krisis, melainkan bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan sesuai standar kualitas bahan bakar. Pemerintah menekankan bahwa impor dilakukan secara terukur dan tidak mengganggu ketahanan energi nasional.

Tidak hanya BBM subsidi yang menjadi fokus, pemerintah juga memastikan stok bensin nonsubsidi seperti RON 92, RON 95, dan RON 98 dalam kondisi aman. Bahlil Lahadalia menyebut bahwa stok bensin nonsubsidi tersebut berada di kisaran 18 hari sehingga tidak ada indikasi kelangkaan. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya menjaga pasokan untuk kelompok pengguna BBM subsidi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan energi bagi segmen industri serta kendaraan dengan spesifikasi tinggi.

Perhatian pemerintah semakin diperkuat karena jarak antara Natal 2025 dan Lebaran 2026 dinilai sangat berdekatan. Kondisi ini membuat lonjakan konsumsi energi berpotensi terjadi dalam rentang waktu yang sempit. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menegaskan bahwa Kementerian ESDM benar-benar menjaga ketat stok BBM dan LPG untuk menghadapi situasi tersebut. Ia menyebut bahwa pemerintah mewaspadai momen Natal hingga Lebaran karena jaraknya dekat dan berisiko menimbulkan peningkatan kebutuhan beruntun.

Laode Sulaeman juga menuturkan bahwa perhatian terhadap stok BBM tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga menjadi perhatian langsung Menteri ESDM. Ia mengatakan bahwa Bahlil Lahadalia secara rutin mengecek ketersediaan stok agar tetap berada di atas 20 hari. Menurutnya, pola pengawasan ini menunjukkan keseriusan pemerintah karena lonjakan konsumsi biasanya mulai terlihat ketika memasuki bulan Desember, terutama menjelang Natal dan liburan akhir tahun. Ia menilai peningkatan konsumsi pada masa tersebut tidak dapat dianggap sepele karena biasanya naik signifikan, khususnya di jalur wisata dan transportasi utama.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga sebagai operator distribusi juga melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga pasokan energi tetap stabil. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menjelaskan bahwa Pertamina meningkatkan stok dengan menambah produksi melalui kilang serta melakukan impor tambahan.

Langkah tersebut dilakukan agar distribusi tetap lancar dan tidak menunggu kondisi kritis. Laode Sulaeman memastikan bahwa impor tambahan itu tidak melebihi kuota impor yang telah ditetapkan pemerintah. Mars Ega Legowo Putra menambahkan bahwa stok BBM nasional saat ini berada di angka 20,2 hari dan akan terus ditingkatkan. Ia menargetkan ketahanan stok dapat meningkat di atas 21 hari, bahkan dijaga pada kisaran 22 hingga 23 hari.

Selain Pertalite, Pertamina juga mempersiapkan stok untuk BBM tertentu seperti Pertamax Turbo. Mars Ega Legowo Putra menjelaskan bahwa selain tambahan impor, terdapat pula tambahan produksi dari Kilang Cilacap dan Kilang Balongan. Dengan strategi tersebut, peningkatan pasokan tidak hanya bergantung pada impor, melainkan juga diperkuat melalui optimalisasi kilang dalam negeri.

Pada akhirnya, kesiapan pasokan BBM dan LPG menjelang Lebaran bukan hanya soal angka cadangan, melainkan bentuk kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan dasar rakyat. Pemerintah bersama Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan distribusi energi tidak menjadi titik lemah di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Masyarakat pun diharapkan tetap tenang, menggunakan BBM secara bijak, dan tidak terpancing isu kelangkaan, karena stabilitas energi akan lebih mudah dijaga apabila semua pihak ikut berperan menjaga ketertiban konsumsi.

Pengamat Kebijakan Publik – Lembaga Kajian Kebijakan Publik Bentang Nusantara

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.